Bisnis

IEE Series 2025 Hadirkan 2.000 Peserta dari 42 Negara, Suguhkan Inovasi Konstruksi hingga Pertambangan
IEE Series 2025 Hadirkan 2.000 Peserta dari 42 Negara, Suguhkan Inovasi Pertambangan, Energi, dan Konstruksi. Foto: dok. Pamerindo
IEE Series 2025 Hadirkan 2.000 Peserta dari 42 Negara, Suguhkan Inovasi Konstruksi hingga Pertambangan
SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 06:46 WIB
PENULIS: TIM REDAKSI
JAKARTA - Pameran industri terbesar se-Asia Tenggara, IEE Series 2025 resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan ke-6, acara ini menghadirkan lebih dari 2.000 peserta pameran dari 42 negara, menempati area seluas 143.000 meter persegi yang mencakup seluruh hall indoor maupun outdoor JIExpo.

Menurut Event Leads Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, IEE Series tahun ini mengalami perkembangan signifikan baik dari sisi penyelenggaraan maupun jumlah peserta.“Untuk IEE Series 2025 ini, pameran diikuti lebih dari 2.000 peserta dari 42 negara. Kami memanfaatkan area 143 ribu meter persegi, seluruh area JIExpo, baik indoor maupun outdoor. Target kami adalah menghadirkan 70 ribu pengunjung sepanjang dua minggu penyelenggaraan,” ujar Hanung saat ditemui di arena pameran, Jumat (19/9). Dua Pekan Pameran dengan Sektor Berbeda Tahun ini, format pameran dibuat lebih seamless dibandingkan sebelumnya. Jika tahun lalu ada jeda seminggu di antara dua pekan acara, kali ini penyelenggaraan berlangsung dua pekan penuh tanpa jeda.

Pekan pertama fokus pada sektor konstruksi, beton, serta pengolahan air. Sementara pekan kedua didedikasikan untuk pertambangan, alat berat, energi listrik, baterai, dan data center.“Di pekan pertama, pengunjung lebih banyak menyaksikan inovasi konstruksi dan beton, sementara pekan kedua didominasi oleh teknologi pertambangan dan sektor energi,” jelas Hanung. Teknologi Baru: AI, Hybrid, dan Electric Pameran ini juga menjadi etalase teknologi terbaru di industri. Sejumlah perusahaan global menampilkan alat berat berbasis hybrid dan elektrik, serta solusi ramah lingkungan berbahan bakar biodiesel.“Banyak exhibitor yang membawa teknologi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi di tambang, juga simulator modern yang membuat pelatihan operator lebih presisi,” kata Hanung.

Perusahaan besar seperti United Tractor, Zoom Lion, SDLG, hingga SHIG turut memamerkan inovasi mereka, mulai dari mesin berbasis biodiesel hingga alat berat full electric.

IEE Series 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform bisnis. Program business matching mempertemukan peserta internasional dengan pelaku industri lokal, menciptakan peluang kerja sama baru.

Selain itu, terdapat berbagai seminar tematik yang membahas isu terkini, mulai dari peran perempuan di pertambangan, efisiensi operasi tambang, hingga solusi perumahan berbasis beton untuk pekerja tambang.

Hanung menambahkan, regenerasi juga menjadi perhatian utama. “Kami punya student visit program, melibatkan lebih dari 20 sekolah dan kampus untuk mengenalkan dunia industri kepada generasi muda,” jelasnya. Dominasi Peserta Internasional Dari sisi peserta internasional, Cina masih menjadi negara dengan kontribusi terbesar, menyumbang hampir 50 persen dari total exhibitor luar negeri. Negara lain seperti Jerman, Australia, Singapura, Korea, dan Vietnam juga menghadirkan paviliun resmi mereka.“Walaupun pengunjung internasional hanya sekitar 10 persen, mereka adalah pelaku industri yang benar-benar datang untuk mencari produk dan menjalin kerja sama. Ini menunjukkan kualitas dari pameran kita,” ungkap Hanung. Rencana Ekspansi Tahun Depan Melihat tren pertumbuhan positif, Pamerindo menyiapkan ekspansi untuk tahun depan. Dengan adanya hall baru di JIExpo, area pameran akan bertambah sekitar 20 ribu meter persegi, atau naik 15–20% dari tahun ini.“Tahun depan, kami akan membagi acara menjadi dua tema besar. Ada Energy Week yang fokus ke electric power, baterai, dan data center. Lalu ada Engineering Week untuk sektor konstruksi, pertambangan, oil & gas, kebencanaan, serta pengolahan air,” papar Hanung.

Meski kapasitas terus bertambah, Pamerindo Indonesia memastikan kalau lokasi di JIExpo tetap menjadi lokasi utama.”Untuk saat ini, kami belum berencana pindah ke lokasi lain. JIExpo masih paling strategis, terutama untuk memobilisasi alat berat dalam jumlah besar,” tutup Hanung.
Editor Redaksi
Editor Redaksi Editor