Bisnis

IEE Series 2025 Jadi Pameran Industri Terbesar se-Asia Tenggara: Siap Dorong Transformasi Berkelanjutan
Jumpa pers IEE Series 2025 digelar di Jakarta, Rabu (27/8). Foto: apakabar.co.id/DF
IEE Series 2025 Jadi Pameran Industri Terbesar se-Asia Tenggara: Siap Dorong Transformasi Berkelanjutan
SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 06:46 WIB
PENULIS: TIM REDAKSI
JAKARTA - Ajang industri terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Energy & Engineering atau IEE Series 2025 akan digelar selama dua pekan penuh.

Menghadirkan lebih dari 2.000 exhibitor dari 42 negara dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation”, pameran ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan industri yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Tahun ini, IEE Series 2025 menempati area seluas 143.000 sqm—menjadikannya sebagai pertemuan industri multi-sektor terbesar se-Asia Tenggara.

Country Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menegaskan bahwa skala yang semakin besar ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha, pemerintah, hingga masyarakat. “Dengan cakupan yang makin luas, kami optimis IEE Series 2025 akan memberi dampak konkret bagi penguatan industri nasional sekaligus mengukuhkan posisi ajang ini sebagai pusat pertemuan industri terbesar di kawasan,” kata Lia saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/8). Pekan Pertama: Konstruksi, Infrastruktur, dan Ketangguhan Nasional Minggu pertama pameran akan diisi Construction Indonesia 2025 yang menjadi edisi spesial ke-25 tahun.

Ajang ini menyoroti inovasi material bangunan hingga teknologi pintar untuk mendukung program hunian berkelanjutan.

Ada pula Concrete Show South East Asia, yang mengedepankan teknologi beton ramah lingkungan.

Termasuk pameran Water Indonesia, yang menggandeng PERPAMSI lewat kompetisi Plumbing Nasional. Sementara itu, ADEXCO menghadirkan Relief Response Zone bersama BNPB, sebuah simulasi langsung penanganan darurat bencana untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kesiapsiagaan. Pekan Kedua: Energi, Tambang, hingga Kendaraan Listrik Memasuki minggu kedua, spotlight beralih ke sektor energi, minyak & gas, serta teknologi masa depan.

Mining Indonesia 2025 akan berdampingan dengan debut The Battery Show Indonesia, yang membuka akses ke ekosistem kendaraan listrik, dan Data Center Asia – Indonesia yang menampilkan peran strategis infrastruktur digital.

Tak ketinggalan, ASPINDO mendukung Mining Indonesia Operator Championship, kompetisi unik yang melibatkan operator tambang perempuan—upaya nyata untuk mendorong kesetaraan gender di industri tambang. Komitmen Keberlanjutan IEE Series 2025 tidak hanya soal bisnis, tapi juga membawa misi keberlanjutan. Pamerindo Indonesia menggandeng berbagai mitra.

Mulai dari Rappo Indonesia, Repair Project, hingga Kopi Sunyi untuk menghadirkan produk daur ulang, pemberdayaan perempuan, dan inklusi disabilitas.

Selain itu, seluruh exhibitor diajak menjalankan inisiatif global Better Stands, dengan booth yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

Langkah ini diyakini mampu mengurangi limbah pameran sekaligus menciptakan desain yang lebih efisien dan profesional. Hadir Juga di Ranah Digital Bagi yang tidak sempat hadir langsung, IEE Series 2025 menyediakan ekosistem digital melalui Digital Showroom 365 dan VExpo Edition. Dua platform ini memungkinkan pengunjung menjelajahi produk, mengikuti seminar, hingga bertemu exhibitor secara virtual.

Dengan kombinasi pameran fisik, inisiatif hijau, dan inovasi digital, IEE Series 2025 menjadi lebih dari sekadar ajang pameran.

Pameran ini menjadi titik temu berbagai sektor yang berkontribusi pada masa depan industri Indonesia—lebih inklusif, berkelanjutan, dan siap bersaing di kancah global.
Editor Redaksi
Editor Redaksi Editor