News

Presiden Instruksikan Optimalisasi Peran Kampus untuk Penataan Kota
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Persiden
Presiden Instruksikan Optimalisasi Peran Kampus untuk Penataan Kota
SENIN, 06 APRIL 2026 | 15:41 WIB
PENULIS: TIM REDAKSI
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, secara khususnya dalam penataan ruang dan kota serta penanganan perumahan.

Dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Senin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar kampus-kampus lebih aktif terlibat dalam proses perencanaan dan pengelolaan tata kota di daerah.

"Jadi, tadi Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana Fakultas Planologi, Arsitek, itu di setiap kampus itu bisa membantu kepala-kepala daerah, sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota, atau kabupaten itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa, tempat penelitiannya dosen-dosen, sehingga membantu kepala daerah untuk mengelola kotanya oleh kampus setempat, sehingga dengan itu diharapkan ini kampus berdampak itu bisa terwujud," ujar Brian.

Presiden Prabowo juga mengarahkan agar peran kampus diperluas dalam menjawab persoalan perumahan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Menurut Brian, riset dan kajian dari perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi konkret dan aplikatif.

"Yang kedua, Bapak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, penanganan permasalahan perumahan. Jadi nanti tentu Bapak Menteri Perumahan Pak Ara akan mengoordinasikan kami dari sisi risetnya ini apa-apa yang bisa membantu, memudahkan untuk mengatasi permasalahan perumahan," tuturnya.

Brian menyatakan bahwa pendekatan riset tersebut akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam aspek analisis dampak lingkungan.

Arahan Presiden Prabowo itu juga menandai perubahan besar agar kampus tidak lagi hanya mencetak lulusan, tetapi sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan.

Pendekatan itu juga mencakup kajian lingkungan secara menyeluruh dan memastikan bahwa pembangunan kota dan perumahan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.

Ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi diarahkan langsung untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah keberanian untuk turun tangan dan menyelesaikan masalah.
Katarina Evelyn
Katarina Evelyn Editor