Sport
Indonesia Kehilangan Dua Wakil Tunggal Putra di Babak Pertama Seri VII M-25
Dua wakil tuan rumah di nomor tunggal putra langsung tersingkir di babak 32 besar, sementara satu lainnya masih menyisakan asa meski pertandingan terhenti akibat hujan.
Cuaca mendung yang menyelimuti lapangan tenis Nusa Dua Bali tempat dilangsungkannya kejuaraan tenis internasional Amman Men's World Tennis Championship seri ke VII, turut membawa suasana kurang menguntungkan bagi para petenis Indonesia yang turun bertanding hari ini. Pada hari pertama gelaran babak 32 besar, kubu tuan rumah Indonesia sudah harus kehilangan dua tunggal putranya pada kejuaraan yang berhadiah total USD30 ribu setelah keduanya harus menelan kekalahan dari lawan-lawannya.
Gunawan Trismuwantara, harus menghentikan perjuangannya saat berhadapan dengan unggulan kelima asal Italia, Niccolo Catini.
Duel sejatinya berjalan ketat di awal set pertama, dengan skor sempat imbang 2-2. Namun, pada game kelima, Gunawan mengalami insiden saat melakukan sliding untuk mengejar bola.
Pergelangan kaki kirinya terkilir sehingga pertandingan harus dihentikan di kedudukan 3-2 untuk Catini. Setelah mendapat perawatan medis dan berdiskusi dengan pelatih serta referee, petenis berusia 22 tahun yang akrab disapa “Gun Gun” itu akhirnya memutuskan mundur. Catini pun melaju otomatis ke babak berikutnya.
Kekalahan lainnya di sektor tunggal juga harus dialami oleh wakil tuan rumah lainnya Tegar Abdi Satrio Wibowo. Ia harus mengakui ketangguhan Koki Matsuda di babak pertama ITF World Tennis Tour Bali.
Kalah telak 0-6 dan 3-6 harus dialami Tegar Abdi Satrio Wibowo yang merupakan runner up ganda putra pada seri ke VI pekan lalu bersama Lucky Candra Kurniawan ditangan petenis asal Jepang yang menjadi unggulan ke 4. Setelah dua kekalahan beruntun yang dialami oleh 2 petenis tuan rumah, secercah harapan muncul melalui Lucky Candra Wijaya yang menantang pemain Amerika Serikat Anders Matta.
Bertarung di lapangan A Nusa Dua Bali, Lucky Candra Kurniawan yang merupakan pemain dari babak kualifikasi, memaksa lawannya sering melakukan kesalahan sendiri lewat penempatan bola yang akurat maupun senjata passing shoot forehandnya yang mematikan.
Hasilnya skor 6-3 dibukukan oleh petenis merah putih berusia 21 tahun ini berhasil menutup set pertamanya dalam waktu 32 menit.
Di set kedua Anders Matta kian frustasi dengan strategi yang diterapkan oleh wakil tuan rumah ini, dan terus tertinggal dalam perolehan angka hingga kedudukan 5-3 untuk keunggulan pemain Indonesia. Namun lagi-lagi turunnya hujan yang kembali mengguyur lapangan tenis ITDC di kawasan wisata Nusa Dua Bali, membuat laga keduanya harus mengalami penundaan dan akan dilanjutkan besok harinya.
Selain ditundanya laga antara Lucky Candra Kurniawan melawan Anders Matta, akibat kendala cuaca seluruh pertandingan baik tunggal maupun ganda lainnya juga harus mengalami penundaan dan di jadwalkan pertandingannya baru kembali digelar besok Rabu (10/9) pagi.
Editor Redaksi
Editor