Sport
Tarian Tradisional dan Koreografi Bonek Warnai Pembukaan Super League 2025-2026
Ribuan penari tampil memukau dalam seremoni pembukaan. Gerak mereka yang terlatih berpadu dengan irama musik tradisional, dari tabuhan kendang hingga alunan gamelan yang menghipnotis puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Penampilan diawali dengan tarian Remo, dilanjutkan Gandrung, dua ikon budaya khas Jawa Timur yang menyimbolkan semangat keberanian dan cinta tanah air. Tak hanya itu, elemen kekinian juga turut diselipkan dengan hadirnya tarian Pacu Jalur yang belakangan populer di media sosial, menambah daya tarik pertunjukan lintas generasi.
Di atas lapangan, visual megah menyusul lewat bentangan bendera raksasa bertuliskan nama dan lambang dua tim: Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta. Kedua kubu membawa semangat tinggi pada laga perdana yang menjadi sorotan nasional.
Namun bukan hanya aksi para penari yang memeriahkan malam, Bonek Mania, suporter fanatik Persebaya, juga tak kalah kreatif.
Mereka menghidupkan suasana lewat chants penuh semangat dan koreografi kolosal bertuliskan “Come On You Green” (COYG), membakar semangat para pemain Bajul Ijo yang tampil menyerang sejak menit awal. Di atas lapangan, Persebaya langsung tampil agresif dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun hingga berita ini diturunkan, skor masih imbang tanpa gol meski dominasi tuan rumah terlihat jelas.
Laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka musim, melainkan pesta budaya, kreativitas, dan semangat sportivitas, sebuah simbol bahwa sepak bola Indonesia tengah menuju era baru lewat wajah baru bernama Super League.
Editor Redaksi
Editor