Sport

TBK Sport Festival 2025 Hadirkan Tiga Kategori Tantangan Baru
Para panitia dan perwakilan komunitas bersepeda memperlihatkan jersey resmi Tur Batas Kota (TBK) Sport Festival 2025 dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/10/2025)
TBK Sport Festival 2025 Hadirkan Tiga Kategori Tantangan Baru
SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 06:46 WIB
PENULIS: TIM REDAKSI
JAKARTA – Tur Batas Kota (TBK) Sport Festival 2025 siap kembali digelar dengan konsep yang lebih segar dan inklusif. Memasuki tahun ketiganya, event bersepeda ini akan berlangsung pada 8 November 2025 di kawasan Perumahan SoutCity, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. 



Menariknya, TBK 2025 akan menghadirkan tiga kategori rute yang menawarkan pengalaman unik bagi para pesepeda dari berbagai kalangan.



Tiga kategori tersebut adalah 50 km Road Endurance, 100 km Road Endurance, dan 75 km All Terrain. Masing-masing dirancang untuk memberikan tantangan berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat peserta.



“Tur Batas Kota bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi sebuah pengalaman urban touring yang memadukan semangat bersepeda dengan rekreasi, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ketua Panitia TBK Festival 2025, Budi Haryadi, Kamis (9/10).



Budi menjelaskan, rute yang dirancang akan melintasi berbagai sudut kota, mengajak peserta menikmati keindahan alam, landmark ikonik, serta warisan budaya yang menjadi identitas wilayah perkotaan.



Kategori 50 km Road Endurance ditujukan bagi pesepeda pemula dan rekreasional dengan segala jenis sepeda. Kategori 100 km Road Endurance menyasar pesepeda berpengalaman yang ingin menguji ketahanan diri.



Sedangkan kategori 75 km All Terrain menyuguhkan lintasan kombinasi aspal, tanah, kerikil, dan batu yang menantang untuk pengguna MTB dan gravel bike.



“Peserta bisa memilih kategori sesuai minat. Yang suka lintasan gravel, pilih all terrain. Sementara penyuka jalan raya bisa ikut kategori on road,” tambah Budi.



Hingga saat ini, sebanyak 590 peserta telah mendaftar, dan pendaftaran masih dibuka hingga 20 Oktober 2025.



Tak hanya ajang olahraga, TBK Sport Festival juga membawa misi sosial dan ekonomi. Ketua Forum Pengusaha Sepeda Indonesia (FOPSINDO) Eko Wibowo menilai kegiatan ini dapat menjadi penggerak industri sepeda dalam negeri.



“Kegiatan seperti Tur Batas Kota bukan hanya memacu semangat hidup aktif, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan usaha di industri sepeda. Semakin banyak event seperti ini, semakin besar dampaknya bagi pasar dan industri,” ujarnya.



Selain itu, TBK Festival 2025 akan menghadirkan bazar ekonomi lokal, menggandeng pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pemerintah kota. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan terhadap sport tourism dan pembangunan Tangerang Selatan sebagai kota ramah pesepeda.



Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Parama Nugroho, turut mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan TBK Festival. Menurutnya, kegiatan komunitas berperan besar dalam melahirkan bibit-bibit atlet sepeda nasional.



“Banyak pembalap hebat yang lahir dari komunitas. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga ekosistem sepeda tetap hidup dan melahirkan generasi baru,” kata Parama.



Tur Batas Kota (TBK) pertama kali digelar pada 2022 sebagai wadah urban touring yang menggabungkan olahraga, eksplorasi kota, dan edukasi lingkungan. Dalam waktu singkat, event ini berkembang menjadi salah satu ajang bersepeda komunitas terbesar di kawasan Jabodetabek.



Tahun ini, TBK Festival 2025 tak hanya menjadi ajang bersepeda, tetapi juga pesta kota yang menyatukan semangat olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal.



Editor Redaksi
Editor Redaksi Editor