Sport
Tim Angkat Besi Indonesia Raih Lima Medali Kejuaraan Dunia 2025, Modal Menuju Olimpiade 2028
Bakawal, JAKARTA — Tim Angkat Besi Indonesia kembali ke Tanah Air dengan kepala tegak. Usai menempuh perjalanan udara selama 18 jam dari Norwegia, rombongan atlet tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (9/10) malam.
Mereka disambut hangat oleh jajaran Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Djoko Pramono.
Sorak gembira, kalungan bunga, dan apresiasi langsung dari PB PABSI menjadi penyambutan hangat bagi para lifter yang telah berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Fode, Norwegia.
Indonesia menutup ajang tersebut dengan torehan membanggakan dengan meraup 2 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Bintang utama kontingen Indonesia kali ini adalah Rizki Juniansyah. Lifter muda ini tampil luar biasa di kelas 79 kilogram putra, menyabet dua medali emas melalui angkatan clean and jerk 204 kilogram yang juga memecahkan rekor dunia, serta dari total angkatan 361 kilogram. Ia juga menambah satu perunggu dari angkatan snatch 157 kilogram.
Sementara itu, rekan satu kelasnya Rahmat Erwin Abdullah turut menyumbangkan medali perak lewat clean and jerk 203 kilogram.
Dari kelas 65 kilogram, lifter senior Eko Yuli Irawan menambah koleksi medali dengan satu perunggu dari angkatan snatch 137 kilogram.
Sesaat setelah mendarat, para lifter langsung menerima apresiasi dari PB PABSI. Djoko Pramono menyerahkan uang apresiasi dari Ketua Umum PB PABSI Rosan Perkasa Roeslani kepada Rizki, Rahmat, dan Eko sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.
“Yang pasti stres kami hilang. Saat pelepasan ke Norwegia, kami belum bisa memprediksi medali apa yang akan mereka bawa pulang karena bertanding di kelas-kelas baru. Tapi hasil ini sungguh luar biasa,” ujar Djoko.
Ia menambahkan, prestasi ini menjadi modal awal menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Indonesia diharapkan dapat meningkatkan capaian dibanding Olimpiade Paris 2024 yang hanya menghasilkan satu medali emas.
“Saya berharap Rahmat Erwin Abdullah, Eko Yuli Irawan, dan lifter lainnya bisa mengikuti jejak Rizki di Olimpiade 2028 nanti,” katanya.
Djoko juga memberikan pesan khusus untuk Eko Yuli Irawan, lifter veteran yang telah menjadi ikon angkat besi Indonesia selama lebih dari satu dekade. Meski usianya kini sudah berusia 36 tahun, Djoko berharap Eko tidak terburu-buru gantung besi.
“Tetap semangat. Sebelum ada yang mampu mengalahkan kamu di Indonesia, jangan dulu pensiun,” ungkap Djoko.
Editor Redaksi
Editor