News

Indonesia Dorong Penelitian Koleksi Raden Saleh di Belanda
Penandatanganan kesepakatan pengalihan benda budaya bersejarah oleh Menbud Fadli Zon dan Menteri Dikbud Belanda Rianne Letschert di Amsterdam, Jumat (9/10/2026). (Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)
Indonesia Dorong Penelitian Koleksi Raden Saleh di Belanda
MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 15:40 WIB
PENULIS: TIM REDAKSI
JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penelitian bersama Indonesia dan Belanda untuk menelusuri asal-usul koleksi Raden Saleh serta kerangka leluhur (sisa-sisa manusia) dalam Koleksi Theodor Verhoeven yang masih berada di Belanda sebagai bagian dari upaya memperluas pemulangan benda budaya bersejarah ke tanah air.

Dorongan tersebut disampaikan Fadli dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Rianne Letschert di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10) waktu setempat.

“Koleksi Raden Saleh juga sangat penting bagi Indonesia. Kami ingin melanjutkan kerja sama penelitian dan pembahasan terhadap koleksi-koleksi lain yang masih berada di Belanda, termasuk kerangka leluhur (human remains), agar proses repatriasi dapat terus berjalan berdasarkan kajian sejarah dan ilmiah yang kuat,” kata Fadli dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Minggu.

Kedua negara juga memperkuat komitmen pengembalian 30.190 unit Koleksi Dubois dan 20 benda budaya bersejarah ke Indonesia dengan menandatangani kesepakatan pengalihan secara bersama-sama di IHA.

Pengembalian Koleksi Dubois mencakup 29.763 objek dan 427 kerangka leluhur yang berkaitan dengan penelitian Homo erectus atau Manusia Jawa. Sementara itu, 20 benda budaya yang dikembalikan meliputi Berlian Banjarmasin, Pedang Sikin Panjang dari Aceh, manuskrip Al-Qur'an yang berkaitan dengan Teuku Umar, empat manuskrip Kesultanan Aceh, enam gulungan Wayang Beber, satu panel makam dari Aceh, dan enam batu nisan Batu Aceh.

Benda-benda tersebut berasal dari koleksi Rijksmuseum dan Wereldmuseum di Amsterdam.

Sejak 1975, Indonesia telah memulangkan 2.338 objek benda budaya bersejarah dari museum di Amsterdam dan Rotterdam ke tanah air, termasuk Koleksi Pita Maha dan Harta Karun Lombok.

Fadli menegaskan pengembalian koleksi tersebut merupakan upaya memulihkan hak bangsa untuk merawat, meneliti, dan mewariskan sejarah serta identitas budaya kepada generasi mendatang.

Menteri Kebudayaan meyakini Pemerintah Belanda menyambut baik kelanjutan pembahasan pemulangan benda budaya bersejarah ke Indonesia dan membuka peluang penelitian bersama untuk memperkuat dasar sejarah pengembalian koleksi lainnya.
Tim Redaksi
Tim Redaksi Editor