News
Jangan Disepelekan, Kenali Tanda dan Dampak 'High Function Anxiety'
Baca juga: Lenong Preman dan Buleng Meriahkan Pekan Sastra Betawi 2025 di TIM“Misalkan tadinya kita mendefinisikan kesuksesan dengan gaji Rp10 juta, tapi, ketika kita udah punya gaji 10 juta rasanya masih tidak puas dan ingin gaji Rp20 juta. Begitu terus seterusnya,” ujar dia.
Individu dengan kondisi tersebut sering bergantung pada validasi orang lain. Namun, alih-alih menenangkan, pujian justru membuat tekanan pada dirinya semakin besar.“Ketika dipuji kita malah makin merasa ada tuntutan yang membuat kita harus menunjukkan lebih baik lagi ke orang lain. Itu bisa menjadi tanda kita sedang mengalami high functioning anxiety,” tutur Caca.
Terkait penanganannya, Caca mengingatkan untuk menghindari kebiasaan mendiagnosis diri sendiri. Dia menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog profesional ketika kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.“Jangan tunggu sampai sudah rasanya mentok baru kita cari pertolongan. Kalau kita cari pertolongan dari sebelum kita mentok itu akan lebih mudah ditolong dan itulah pentingnya lingkungan yang mendukung,” kata dia.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Infeksi Berulang DBD Lebih BerbahayaHigh functioning anxiety, menurut dia, juga berkaitan dengan sifat perfeksionis yang terlalu menuntut kesempurnaan. Hal itu menurutnya justru membuat hidup terasa berat."Manusia tempatnya salah, tapi, kita berharap kita punya semuanya yang sempurna. Itu makin bikin kita merasa cemas dan makin bikin kita merasa kalau tidak ada yang bisa kita capai karena memang kesempurnaan itu tidak mungkin tercapai dan itu di luar dari kontrol kita," jelasnya.
Editor Redaksi
Editor