News

Warga Sangihe dan Talaud Sempat Panik Akibat Gempa 7,6 Magnitudo, BMKG Imbau Tetap Tenang
Ilustrasi - Gempa bumi. Foto: ANTARA
Warga Sangihe dan Talaud Sempat Panik Akibat Gempa 7,6 Magnitudo, BMKG Imbau Tetap Tenang
SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 06:46 WIB
PENULIS:
JAKARTA - Sejumlah warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sempat panik ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah mereka pada Jumat (10/10) pukul 08.43 WIB. Getaran gempa yang berlangsung sekitar satu menit itu membuat banyak warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri.



Sekretaris Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Joffre Dalita, mengungkapkan guncangan terasa cukup kuat hingga membuat tiang-tiang listrik bergoyang. “Getaran gempa cukup kuat serta satu menit lamanya. Saya langsung keluar ruangan untuk menghindari dampak buruk,” ujarnya dikutip ANTARA, Jumat (10/10).



Joffre menuturkan, kepanikan makin meningkat karena lokasi tempat tinggal mereka berada di kawasan pesisir pantai. Warga khawatir akan adanya gelombang tsunami. Namun, setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami, mereka merasa lega. 



“Kami bersyukur karena peringatan tsunami dicabut, jadi bisa sedikit tenang,” kata Joffre.



Hal senada disampaikan oleh Alwina Inang, warga yang tinggal di Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud. Ia mengaku terkejut dengan getaran gempa yang terjadi di pagi hari. “Saya lagi siap-siap mau ke kantor, tiba-tiba beberapa benda di rumah mulai bergerak dan bunyi. Ternyata sementara gempa,” ungkapnya.



Istri salah satu personel polisi di Polres Talaud itu menjelaskan, setelah mendapat informasi dari pemerintah daerah dan BMKG bahwa tidak ada potensi gempa susulan maupun tsunami, dirinya dan warga sekitar kembali beraktivitas seperti biasa. 



“Meski begitu, masih ada warga yang merasa takut kalau ada gempa susulan,” imbuhnya. Ia juga menyebut belum ada laporan kerusakan rumah atau bangunan akibat gempa tersebut.



Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, memaparkan bahwa pusat gempa berada di barat laut Pulau Karatung, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud. Lokasi tersebut berada sekitar 287 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Talaud.



Menurut Zulkifli, gempa Karatung lebih dekat ke wilayah Mindanao, Filipina. Meski demikian, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status waspada untuk wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. “Status waspada ini berarti potensi tinggi gelombang tsunami berada di bawah 0,5 meter,” jelasnya.



Ia menambahkan, BMKG terus memantau dan memperbarui informasi terkait gempa tersebut. “Kami mengimbau warga agar tetap tenang, tetap waspada, dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.



Gempa besar ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah rawan bencana agar selalu siap siaga dan mengikuti arahan resmi dari BMKG. Meski sempat panik, warga Sangihe dan Talaud kini berangsur tenang setelah situasi dinyatakan aman.

Editor Redaksi
Editor Redaksi Editor